MIN 3 Magetan

Jalan Sulawesi No 15 Magetan

Mendidik dengan Hati, Meraih Prestasi, Menggapai Ridlo Illahi

From Zero To Hero

Kamis, 11 Februari 2010 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 479 Kali

From Zero To Hero

( Study Kasus Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penguatan Budaya Madrasah di MIN 3 Kabupaten Magetan )

Oleh : Bambang Wiyono,

 A. Pendahuluan

“ From Zero To Hero” judul di atas sangat tepat untuk menggambarkan perkembangan sebuah lembaga pendidikan dasar yaitu MIN 3 Magetan yang berada di wilayah Kab Magetan Jawa Timur. From Zero, dari sebelumnya, MIN 3 Magetan, sebagai sebuah lembaga yang menjadi alternatif terakhir bagi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan putra-putrinya. Mayoritas peserta didiknya berasal dari wilayah kabupaten / luar kota meskipun madrasah ini berada di wilayah Kab Magetan. Bahkan murid Taman Kanak-Kanak yang menempati di salah satu ruang MIN 3 Magetan, justru hanya sekitar 25% yang melanjutkan ke lembaga ini , selebihnya memilih lembaga pendidikan lainnya. Sarana prasarananya sangat terbatas bahkan hanya memiiki lahan kurang dari 1000 M2.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, termasuk didalamnya diberlakukannya gerakan Penguatan Pendidikan Karakter melalui budaya Madrasah dan Budaya Kelas, MIN 3 Magetan menjelma sebagai sebuah lembaga pendidikan yang besar, berkualitas dan favorit. Menjelma menjadi lembaga pendidikan yang menjadi alternatif utama ( “ to Hero”).  Berbagai prestasi baik dibidang akademis maupun non akademis diraihnya bahkan hingga tingkat nasional. Bahkan prestasi itu meliputi prestasi siswa, tenaga pendidik hingga prestasi lembaga. Peserta didik di dalamnya mayoritas bukan anak-anak luar kota lagi, justru berbalik diisi oleh mayoritas masyarakat kota. Lemabga pendidikan Taman Kanak Kanak yang berada di dekatnya menjadi ramai dengan harapan bisa diterima di MIN 3 Magetan. Jumlah siswa sekarang mencapai 1.500 lebih dengan memiliki sarana prasarana yang lengkap dan memadahi.

Kondisi berbalik 180 * di atas, yang dapat disimpulkan dengan ungkapan “ From Zero to Hero” tidak terlepas dari upaya yg gigih dan berkelanjutan dalam penguatan pendidikan karakter melalui budaya madrasah. Dengan pengembangan karakter sedemikian rupa, MIN 3 Magetan menjelma menjadi sebuah komunitas pembelajar yang memiliki karakter Religus, kerja keras, disiplin, dan lain-lain,  baik oleh para siswa guru dan komite serta orang tua siswa. Hal inilah yang membuat lembaga ini menjadi lembaga pendidikan yang mendapatkan kepercayaan yang kuat dari masyarakat sekitar.

B. Pembahasan

  1. Pengertian Penguatan Budaya Madrasah

Yang dimaksud dengan penguatan budaya madrasah dalam hal ini adalah sebuah program madrasah berupa kegiatan pembiasaan terhadap nilai-nilai tertentu yang telah disepakati bersama, yang harus dilaksanakan oleh segenap warga madrasah, dalam rangka membangun karakter siswa.

Adapun nilai-nilai yang dimaksud berwujud dalam  norma, nilai-nilai, keyakinan, tata upacara, ritual, tradisi, mitos yang mereka pahami serta melandasi gagasan, semangat, perbuatan, dan karya seluruh warga sekolah.

Program ini diarahkan kepada upaya peningkatan prestasi belajar siswa  baik yang behubungan dengan nilai akademik dan non akademik. Madrasah  menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efektif dan efisien.

  1. Langkah-langkah Penerapan Penguatan Budaya Madrasah

a. Tahap Perencanaan

Tahap awal dalam melakukan penguatan budaya madrasah adalah tahap perencanaan. Dalam tahap ini dilakukan perumusan budaya madrasah, yang terdiri dari budaya madrasah, budaya kelas dan budaya guru. Kegiatan perumusan budaya madrasah ini dilakukan dengan melibatkan semua unsur madrasah yang terdiri dari Kepala Madrasah, guru, pegwai dan Komite.

Kegiatan perumusan budaya madrasah dilakukan melalui musyawarah bersama untuk menghasilkan rumusan budaya madrasah yang disepakati. Di samping itu, juga dirumuskan tata cara pelaksanaanya dan kegiatan monitoring dan evaluasi serta tindak lanjutnya.

Rumusan budaya madrasah  mengacu pada jenis-jenis kegiatan, yang setidaknya memuat unsur-unsur: Tujuan, Sasaran kegiatan, Substansi kegiatan, Pelaksana kegiatan dan pihak-pihak yang terkait, Mekanisme Pelaksanaan, Keorganisasian, Waktu dan Tempat, serta fasilitas pendukung.

Rumusan budaya madrasah ini diambil dari norma, nilai, keyakinan, tradisi, yang disepakati memiliki kekuatan yang mampu mendorong dan menginspirasi para siswa untuk melakukan pembangunan karakter pada diri siswa.

Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah:

  • Mengidentifikasi jenis-jenis nilai budaya yang dapat direalisasikan
  • Mengembangkan rancangan pelaksanaan budaya madrasah termasuk bentuk pembinaan terhadap pelanggarnya
  • Menyiapkan fasilitas pendukung pelaksanaan budaya madrasah
  • Melaksankan sosialisasi budaya madrasah terhadap seluruh komponen madrasah yang ada.

b. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan merupakan tahapan mengimplementasikan rumusan budaya madrasah yang telah siepakati. Dalam tahapan ini diperlukan tanggung jawab dan partisipasi aktif dari semua unsur madrasah yang terlibat.

Kegiatan yang tidak kalah pentingnya dalam tahap ini adalah melakukan koordinasi dari pelaksana kegiatan sehingga diperloeh keterpaduan dan kerja sama yang sinergis.

c. Tahap Monitoring dan Evaluasi

Tahap ketiga dalam kegiatan penguatan budaya madrasah adalah monitoring dan evaluasi. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala dan berkesinambungan.

Dalam kegiatan ini juga dibahas permaslahan-permaslahan yang ditemui di lapangan untuk dicarikan solusi pemecahannya sehingga tidak terjadi permsalahan yang menumpuk.

d. Tahap Tindak Lanjut.

Dalam tahap tindak lanjut diawali dengan melakukan inventariasi hembatan-hambatan yang dijumpai di lapangan dan juga menganalisis bentuk budaya madrasah yang telah dpat terlaksana dengan baik meupun budaya madrasah yang sulit direalisasikan. Hasil inventarisasi dan analisis selanjutnya dijadikan sebagai bahan perumusan kembali budaya madrasah pada tahun-tahun berikutnya.

Dengan strategi seperti ini diharapkan nilai-nilai yang dikembangkan melalui budaya madrasah dapat berkembang secara berkelanjutan menuju peningkatan secara berkelanjutan juga.

2. Mengapa Melalui Penguatan Budaya Madrasah?

Dipilihnya penguatan budaya madrasah untuk pembangunan karakter siswa di MIN 3 Magetan Kab Magetan adalah sebagai berikut:

a. Karakter akan lebih mudah terbentuk dengan pembiasaan.

Terbentuknya karakter pada diri seseorang tidak terlepas dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Seseorang yang hidup dalam keluarga yang memiliki kebiasaan hidup bersih missalnya, maka akan cenderung membentuk dirinya berkarakter hidup bersih, demikian sebaliknya.

Ada ungkapan yang populer tentang keterkaitan antara kebiasaan dan karakter, yaitu: Hati-hati dengan perkataan, karena ia akan mendorong pada perbuatan. Hati-hati dengan perbuatan, karena ia akan mendorong pada kebiasaan. Hati-hati dengan kebiasaan, karena ia akan mendorong pada karakter/moral tetap.

Penguatan budaya madrasah, merupakan salah satu pembiasaan akan perilaku, sikap dan pola pikir tertentu terhadap para siswa dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Dengan pembiasaan yang berulang-ulang dalam kehidupan sehari-hari ini, diharapkan mampu membentuk karakter siswa sesuai dengan karakter yang diinginkan.

b. Lingkungan memberikan sumbangan terbesar dalam proses pembentukan Karakter anak.

Lingkungan memberikan andil yang besar terhadap pembentukan karakter anak  karena memiliki  pengaruh besar terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika untuk pembentukan karakter. Dari perspektif Islam, menurut Quraish Shihab (1996:321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada “kini dan di sini”, maka upaya dan ambisinya terbatas pada kini dan di sini pula.

Dalam konteks itu, al-Qur’an dalam banyak ayatnya menekankan tentang kebersamaan anggota masyarakat menyangkut pengalaman sejarah yang sama, tujuan bersama, gerak langkah yang sama, solidaritas yang sama. Di sinilah, tulis Quraish Shihab, muncul gagasan dan ajaran tentang amar ma`ruf dan nahy munkar; dan tentang fardhu kifayah, tanggung jawab bersama dalam menegakkan nilai-nilai yang baik dan mencegah nilai-nilai yang buruk.

Sekolah/Madrasah, pada hakikatnya bukanlah sekedar tempat “transfer of knowledge” belaka. Seperti dikemukakan Fraenkel (1977:1-2), sekolah tidaklah semata-mata tempat di mana guru menyampaikan pengetahuan melalui berbagai mata pelajaran. Sekolah juga adalah lembaga yang mengusahakan usaha dan proses pembelajaran yang berorientasi pada nilai (value-oriented enterprise). Lebih lanjut, Fraenkel mengutip John Childs yang menyatakan, bahwa organisasi sebuah sistem sekolah dalam dirinya sendiri merupakan sebuah usaha moral (moral enterprise), karena ia merupakan usaha sengaja masyarakat manusia untuk mengontrol pola perkembangannya.

Dari uraian di atas, dapat dijelaskan bahwa pembentukan karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Di satu sisi, Madrasah merupakan lingkungan yang cukup dominan memiliki andil dalam proses internalisasi karakter. Tidak kurang dari enam jam dalam sehari, waktu anak dihabiskan di madrasah. Oleh karena itu, budaya dalam madrasah akan sangat memiliki pengaruh yang besar dalam pembentukan karakter siswa, lebih-lebih dalam usia sekolah dasar, yang masih memiliki pola pikir sedrahana, dimana apa yang dilihatnya itulah yang akan dijadikan panutan.

3. Bagaimana Hasil Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Penguatan Budaya Madrasah

Penguatan budaya madrasah dalam pembangunan karakter di MIN 3 Magetan Kab Magetan dapat disimpulkan berhasil. Hal ini dapat dijelaskan dengan adanya fakta-fakta sebagai berikut :

a. Teraihnya Predikat Terbaik I Widya Pakerti Nugraha tingkat Propinsi Jawa Timur

Salah satu  prestasi membanggakan yang diraih oleh MIN 3 Magetan Kab Magetan adalah Terbaik I dalam  Lomba Widya Pakarti Nugraha jenjang SD/MI tingkat propinsi Jawa timur tahun 2012. Widya Pakarti Nugraha  merupakan sebuah penghargaan prestisius bagi sekolah/madrasah yang telah menunjukkan kinerja yang baik dalam upaya menanamkan dan mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah dan lingkungannya. Lomba itu digelar dalam rangka mensosialisasikan dan memotivasi implementasi program pendidikan yang berkarakter.

Diarihnya penghargaan Widya Pakerti Nugraha (WPN) ini menunjukkan bukti nyata akan keseriusan  MIN 3 Magetan dalam  mengkapanyekan dan melaksanakan Pendidikan karakter, karena lembaga ini memiliki anggapan bahwa Pendidikan karakter meupakan investasi yg sangat berharga guna mewujudkan generasi yang paripurna.

 

b. Teraihnya Juara III Lomba Lisngkungan Sekolah Sehat (LLSS) Tingkat Nasional.

MIN 3 Magetan Kab Magetan meraih predikat juara III Lomba Lingkungan Sekolah sehat (LLSS) jenjang SD/MI tingkat Nasional pada tahun 2011. Predikat ini merupakan bukti yang tidak terbantahkan bahwa MIN 3 Magetan melakukan Pendidikan karakter pada diri siswa khususnya di bidang kebersihan dan kepedulian lingkungan secara serius.

Hal ini dapat dipahami bahwa penilaian dalam ajang ini dititik beratkan kepada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada diri warga madrasah. Tim juri yang terdiri dari lintas kementerian, sangat memungkinkan memberikan nilai atau penilaian secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

c. Teraihnya peringkat 3 besar dalam pencapaian nilai rata-rata Ujina Nasional 5 tahun terakhir.

Sebelum tahun 2009, MIN 3 Magetan selalu berada diluar 20 besar dalam pencapaian peringkat nilai rata-rata ujian nasional. Akan tetepai semenjak tahun 2009, MIN 3 Magetan mampu menempatkan diri dalam peringkat 3 besar jenjang SD/MI tingkat Kab Magetan. Hal ini menunjukkan keberhasilannya dalam menanamkan karakter bekerja keras dan memiliki motivasi belajar yang tinggi pada diri siswa.

d. Peningkatan Jumlah siswa dari tahun ke tahun.

Bukti lain akan keberhasilan penerapan penguatan budaya madrasah dalam rangka pembangunan karakter di MIN 3 Magetan adalah adanya peningkatan yang signifikan terhadap animo masyarakat untuk menyekolahkan putra/putrinya di MIN 3 Magetan Kab Magetan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat akan kualitas layan Pendidikan di MIN 3 Magetan.

Peningkatan jumlah siswa dari tahun ke tahun dapat dilihat dalam statistic siswa sebagaimana terlampir.

4. Kendala yang Dihadapi

Dalam implementasi penguatan budaya madrasah, menghadapi beberapa kendala, antara lain:

a. Latar belakang sosial yang variatif pada diri siswa

Kendala pertama yang dihadapi dalam implementasi budaya madrasah adalah adanya latar belakang social yang berbeda-beda dalam diri siswa. Dengan adanya latar belakang social yang berbeda ini, memunculkan perbedaan individu dengan pola pikir dan persepsi yang berbeda-beda pula.

Unutk mengatasi permaslahan ini, wali kelas memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan sosialisasi dan pembimbingan bagi siwa-siswa dalam kelasnya.

b. Adanya sikap yang kurang pro aktif pada sebagian guru

Adanya sebagian sikap yang kurang pro aktif pada diri guru, merupakan kendala tersendiri. Hal ini mengingat bahwa penguatan budaya madrasah diperlukan kerja sama yang sinergis dan kebarsamaan dalam implementasinya. Kurangnya konsistensi penerapan budaya madrasah akan sangat mempengaruhi keberhasilannya.

Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ini, dilakukan koordinasi dan motivasi terhadap semua warga madrasah secaraa berkala dan berkesinambungan.

5. Faktor Pendukung

Faktor pendukung yang dapat membantu kelancaran pelaksanaan penguatan budaya madrasah di MIN 3 Kab Magetan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Semangat Kebersamaan Warga Madrasah

Warga Madrasah di MIN 3 Magetan Kab Magetan, memiliki solidaritas dan motivasi yang tinggi untuk mengangkat prestasi MIN 3 Magetan Kab Magetan, agar sejajar bahkan lebih tinggi dengan lembaga-lembaga Pendidikan dasar yang favorit di Kab Magetan dan sekitarnya. Hal ini sangat membantu pelaksanaan program penguatan madrasah. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan kebersamaan akan memudahkan dalam hal koordinasi dan persamaan persepsi serta dalam pelaksanaan budaya madrasah itu sendiri.

b. Orang Tua/Wali Murid memiliki Motivasi yang Tinggi.

Faktor pendukung lain, yang dapat memperlancar pelaksanaan program penguatan budaya madrasah di MIN 3 Magetan Kab Magetan adalah adanya motivasi yang tinggi pada diri orang tua/wali murid untuk menjadikan putra/putrinya tidak sekedar menjadi pandai dalam bidang akademis, tetapi yang lebih penting adalah di bidang sikap dan perilaku atau yang disebut karakter. Hal ini terlihat dari banyakya semangat mereka memasukkan putra/putrinya di MIN 3 Magetan agar dapat mengaji, sholat, berbakti kepada orang tua dan berbudi pekerti yang baik.

 

C. Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat ditarik simpulan sebagai berikut:

  1. Penguatan budaya madrasah dalam hal ini adalah sebuah program madrasah berupa kegiatan pembiasaan terhadap nilai-nilai tertentu yang telah disepakati bersama, yang harus dilaksanakan oleh segenap warga madrasah, dalam rangka membangun karakter siswa.
  2. Pembangunan karakter/character building melalui penguatan budaya madrasah di MIN 3 Magetan Kab Magetan dapat disimpulkan berhasil.
  3. Bukti keberhasilan Pembangunan karakter/character building melalui penguatan budaya madrasah di MIN 3 Magetan Kab Magetan antara lain : Teraihnya Predikat Terbaik I Widya Pakerti Nugraha tingkat Propinsi Jawa Timur, Teraihnya Juara III Lomba Lingkungan Sekolah Sehat (LLSS) Tingkat Nasional, Teraihnya peringkat 3 besar dalam pencapaian nilai rata-rata Ujian Nasional 5 tahun terakhir dan adanya Peningkatan Jumlah siswa dari tahun ke tahun secara signifikan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Azra, Azyumardi, 2003 (cetakan 2, 2006), Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan Demokratisasi, Jakarta: Penerbit Kompas.
  2. International Education Foundation, 2000, “The Need for Character Education”, makalah pada National Conference on Character Building, Jakarta, 25-26 Nopember, 2000.
  3. Fraenkel, Jack R., 1977, How to Teach about Values: An Analytical Approach, Englewood, NJ: Prentice Hall.
  4. Phillips, C. Thomas, 2000, “Family as the School of Love”, makalah pada National Conference on Character Building, Jakarta, 25-26 Nopember, 2000.
  5. Shihab, M. Quraish, 1996, Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu`I atas Pelbagai Persoalan Umat, Bandung: Mizan.

 

Lampiran 1 :

BUDAYA MADRASAH DAN BENTUK PEMBINAAN

MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 3 Magetan Kab Magetan

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

1. IBADAH

 

NO BENTUK KRITERIA PEMBINAAN
1 Sholat dan Wudlu Sungguh-sungguh & sempurna Mengulang Wudlu & Sholat setelah jamaah
2 Memuliakan Masjid Khidmad & berdzikir Menghafal bacaan sholat / Juz amma ba’da sholat

 

2. KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN

 

NO BENTUK KRITERIA PEMBINAAN
1 Cara berpakaian Berpakaian & berpenampilan rapi & bersih Membetulkan segera
2 Pemakaian Seragam Berseragam dan beratribut lengkap.
  1. Diperingatkan
  2. menghadap Korbid Kedisiplinan Siswa
3 Penempatan alas kaki Alas Kaki Meletakkan di rak yg telah tersedia
  1. diperingatkan
  2. diambil dan diberikan ke Waka Kesiswaan
4 Perhatian thd Barang Pribadi Diberi identitas Segera menuliskan identitas
5 Kepedulian thd Sampah Membuang di tempatnya
  1. dinasihati
  2. Mengambili sampah satu tas kresek.

 

 

3. PERILAKU SOSIAL

 

NO BENTUK KRITERIA PEMBINAAN
1 Sikap terhadap sesama Membiasakan 5 S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan & santun ) Diberi pengertian
2 Sikap terhadap Guru
  1. Berbahasa yg baik
  2. Berjabat tangan jika berjumpa
  3. Membungkukkan badan jika lewat di depannya dan berkata permisi
Diberi pengertian
3 Perkataan
  1. Menghindari perkataan kotor
  2. Berkata jujur

 

 

Menulis kata-kata baik sebanyak 50 X
4 Perbuatan Tidak berkelahi Berkelahi 1 X diperingatkan

 

Berkelahi 2 X diperingatkan tertulis

Berkelahi 3 X diskors 1 hari

Berkelahi lebih dari 3 X diskors 1 minggu

  

4.MAKAN DAN MINUM 

NO BENTUK KRITERIA PEMBINAAN
1 Makan dan Minum
  1. Cuci Tangan
  2. Berdo’a
  3. Makan sambil duduk
  4. tidak bicara berlebihan
  5. Menggunakan tangan kanan
  6. Membeli jajan pada waktunya
Diperingatkan

 

Diperingatkan

 

 

 

 

 

 

Jajan disuruh mengembalikan

 

5. KETERTIBAN 

NO BENTUK KRITERIA PEMBINAAN
1 Kehadiran Hadir di Madrasah tepat waktu

 

Berjabat tangan dg Guru dengan senyum

Terlambat 1 X diberi peringatan

 

Terlambat 2 X

berturut-turut menuliskan kata-kata yg baik 25 X

Terlambat 3 X berturut-turut mencari nasehat dan tanda tangan 5 guru

2 Masuk Kelas Masuk kelas tepat waktu setelah istirahat Keterlambatan karena siswa bermain 1 X diperingatkan. Lebih meminta nasehat dan tanda tangan 5 guru

 

 

3 Antri Membiasakan budaya antri Ditempatkan di barisan paling belakang
4 Bermain Bermain di tempatnya

 

Tidak berlarian di kelas dan teras kelas

Tidak bermain waktu pelajaran

  1. diperingatkan
  2. alat permainan diambil

Diperingatkan & disuruh mengambil sampah 1 kresek

5 Lain-lain Tidak membawa HP HP diambil dan dapat diambil oleh orang tua

Madiun, juli 2016

Kepala

Bambang Wiyono,S.Ag.M.Pd.

NIP. 197105311995031001

 

 

Lampiran 2:

BUDAYA KELAS

MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) 3 Magetan Kab Magetan

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

 

  1. MASUK KELAS JAM I BERBARIS DI DEPAN KELAS DAN MASUK BERJABAT TANGAN DENGAN GURU DAN SESAMA TEMAN
  2. MENGAJI BERSAMA DALAM WAKTU 5 MENIT SEBELUM JAM PELAJARAN I DIMULAI DI BAWAH PANDUAN USTAD/DZAH
  3. SISWA MEMINTA IJIN KEPADA USTAD/DZAH SETIAP AKAN MENINGGALKAN ATAU MASUK KELAS PADA SAAT JAM PELAJARAN DG MENGENAKAN PIN
  4. GURU MEMULAI PELAJARAN SETELAH KELAS BERSIH DAN RAPI
  5. MEMBUANG SAMPAH DI TEMPATNYA
  6. SETIAP GURU MEMBERI TANDA MENGANGKAT TANGAN KANAN DENGAN TELAPAK TANGAN MENGHADAP KE DEPAN, SISWA DIAM DAN KONSENTRASI
  7. BERDOA BERSAMA SESUDAH PELAJARAN TERAKHIR SELESAI
  8. BERJABAT TANGAN DENGAN GURU SAAT MENINGGALKAN KELAS PADA JAM TERAKHIR
  9. MENERAPKAN BUDAYA DATANG BERSIH PULANG BERSIH

 

MADIUN,    JULI  2016

KEPALA MADRASAH,

 

 

BAMBANG WIYONO, S.Ag,M.Pd

NIP. 197105311995031001

 

 

 

Lampiran 3 :

DATA PERKEMBANGAN SISWA

MIN 3 Magetan Kab Magetan

 

No Jumlah

 

Siswa

Tahun Pelajaran
    2013/2014 2014/2015 2015/2016
    P L P L P Jumlah L P Jumlah
1 Kelas  1 121 99 220 100 123 223 140 150 290
2 Kelas  2 114 100 214 117 136 253 102 122 224
3 Kelas  3 99 79 178 95 122 217 118 137 255
4 Kelas  4 80 94 174 99 110 209 97 119 216
5 Kelas  5 65 63 128 81 97 178 97 110 207
6 Kelas  6 66 46 112 89 79 168 82 96 178
  Jumlah 545 481 1026 581 667 1248 636 734 1370

 

MADIUN,    JULI  2016

KEPALA MADRASAH,

 

 

BAMBANG WIYONO, S.Ag,M.Pd

NIP. 197105311995031001

Magetan Madiun Madrasah

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Bambang Wiyono S.Ag M.Pd

Assalammu'alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang atas berkat, rahmat dan hidayah-Nya kami bisa meluncurkan…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Website MIN 3 Magetan selalu up date seputar informasi kegiatan madrasah ?

LIHAT HASIL